Dengan tambahan empat emas, kontingen Indonesia untuk sementara berada di posisi empat dalam daftar perolehan medali dengan 12 medali emas, 11 perak dan 16 perunggu. Posisi teratas ditempati tuan rumah Singapura dengan 26 emas, 20 perak dan 37 perunggu.
Bagi cabang wushu, emas yang diraih oleh Lindswell pada nomor taijiquan, Harris Horatius pada nomor nan quan+ nan gun serta Achmad Hulaefi pada nomor cudgel gunshu merupakan berkah karena mampu memecah kebuntuan setelah gagal di hari pertama.
Satu emas lagi bagi kontingen Indonesia berasal dari cabang olahraga judo. Horas Manurung yang turun di nomor 81-90 kg putra mampu bertanding cemerlang setelah di final mengalahkan wakil Singapura, Gabriel Yang.
Perolehan emas bagi kontingen Indonesia pada Minggu lebih kecil jika dibandingkan sehari sebelumnya yang mampu mengumpulkan delapan emas. Beberapa cabang unggulan gagal membuahkan hasil terbaik.
Cabang Traditional Boat Race (TBR) atau lebih dikenal dengan perahu naga yang diharapkan menambah koleksi emasnya ternyata gagal total. Dari empat nomor yang dipertandingkan, kontingen Indonesia tidak mendapatkan tambahan satu medalipun.
Begitu juga dengan anggar. Kontingen Indonesia bahkan gagal memenuhi target satu emas yang ditargetkan Satlak Prima. Cabang ini hanya mampu menyumbangkan tiga medali perunggu yang semuanya dari nomor tim.
Kondisi yang sama terjadi di cabang olahraga renang. Hingga hari kedua pelaksanaannya, belum satu medali emas yang dapat diraih. Dua andalan yang sudah turun yaitu Gede Siman Sudartawa dan Triady Fauzi belum mampu memberikan yang terbaik. Padahal, cabang renang mendapatkan target yang cukup tinggi yaitu lima emas. (WDY)
Pewarta: Oleh Bayu Kuncahyo: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.