Dalam sebuah pidato di Providence, Rhode, Yellen meyakinkan para investor bahwa pelambatan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama karena faktor-faktor sementara termasuk kondisi cuaca dan "statistical noise", menambahkan bahwa ia yakin data ekonomi akan menguat.
"Untuk alasan ini, jika perekonomian terus membaik seperti yang saya harapkan, saya pikir itu akan sesuai di beberapa titik tahun ini untuk mengambil langkah awal menaikkan target suku bunga federal fund" dan mulai menormalkan kebijakan moneter secara bertahap, katanya.
Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,1 persen pada April secara musiman disesuaikan, sejalan dengan konsensus pasar, kata Departemen Tenaga Kerja AS hari Jumat.
IHK inti (tidak termasuk makanan dan energi) naik 0,3 persen pada April, kenaikan bulanan terbesar dalam dua tahun terakhir, mengangkat tingkat tahun-ke-tahun menjadi 1,8 persen, laporan menunjukkan.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 1,02 persen menjadi 96,223 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1012 dolar dari 1,1133 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5481 dolar dari 1,5672 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke 0,7819 dolar dari 0 7894 dolar.
Dolar AS dibeli 121,53 yen Jepang, lebih tinggi dari 120,97 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9433 franc Swiss dari 0,9353 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2301 dolar Kanada dari 1,2204 dolar Kanada. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.