"Organisasi dunia itu membantu vaksin antirabies (VAR) sebanyak 12.275 vial (botol kecil)," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkugan Kementerian Kesehatan Prof Dr Candra Yoga Aditama di Denpasar, Selasa.
Ketika mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di kabupaten/kota se-Bali untuk menjadikan Pulau Dewata bebas rabies 2012, ia mengatakan, WHO dan organisasi dunia lainnya mempunyai kepedulian yang tinggi dalam mewujudkan Bali bebas rabies.
Ia mengatakan, pemerintah pusat juga mempunyai kepedulian yang sama dengan mengerahkan segala daya dan upaya menangani rabies.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah membantu 15.304 vial VAR untuk Bali.
Penanganan rabies di Bali sejak awal dilakukan secara terkoordinasi, yang keseluruhannya telah memanfaatkan 149.965 vial VAR, katanya.
Pengadaan lainnya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebanyak 77.876 vial dan pemerintah kabupaten kota se-Bali 46.510 vial, ujar Dirjen Candra Yoga.
Ia menambahkan, telah pula dilakukan advokasi dan sosialisasi lintas sektor dan lintas program terkait di Bali, mengaktifkan tim koordinasi rabies di setiap tingkatan, serta pelatihan bagi petugas puskesmas dan rumah sakit.
Menurut Kepala Pusat Promosi Kesehatan Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan dr Lily Sulistyowati MM, korban akibat rabies di Bali jika tidak segera ditangani maksimal dikhawatirkan semakin memperburuk keadaan kesehatan dan ketenteraman hidup masyarakat Pulau Dewata.
Berbagai upaya harus dilakukan untuk mengendalikan korban akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR). Selain itu, vaksinasi harus menjangkau seluruh anjing di Bali.
Populasi anjing di Bali diperkirakan 500.000 ekor, namun yang telah mendapat vaksinasi sekitar 360.000 ekor. Vaksinasi pada hewan, khususnya anjing, perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan peranserta dari berbagai elemen masyarakat, ujarnya.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.