Negara (Antara Bali) - Pemborong yang bekerja di Kabupaten Jembrana, khususnya yang menggarap proyek-proyek pemerintah, mengeluhkan pemerasan oleh oknum LSM.

"Biasanya oknum LSM itu datang ke proyek dengan dalih mengawasi. Ia berusaha mencari kesalahan ataupun kelemahan kami, ujung-ujungnya mengharapkan imbalan," kata salah seorang pemborong di Kecamatan Negara, Jumat.

Pemborong yang minta identitasnya dirahasiakan ini mengatakan, untuk mengertak rekanan, oknum LSM ini juga membawa-bawa media massa, dengan mengancam akan memasukkan dalam berita jika pihaknya tidak kooperatif.

Ia mengungkapkan, karena gertakan termasuk ancaman diberitakan media massa tersebut, banyak pemborong yang memilih memberikan imbalan berupa uang.

"Selain itu kami juga malas ribut. Tapi kalau terus begini, akan membuat citra LSM termasuk media massa jelek," ujarnya.

Sebagai pemborong ia mengaku, tidak keberatan ada pemantauan, pengawasan maupun pengecekan dari LSM terkait proyek yang dikerjakannya, asal dilakukan dengan profesional.

"Kalau oknum LSM yang datang ini jelas mencari keuntungan pribadi. Buktinya, setelah diberikan imbalan langsung melunak, yang awalnya memberikan berbagai ancaman," katanya.

Agar tidak merusak citra LSM lainnya, ia minta, institusi terkait untuk melakukan pembinaan rutin kepada LSM maupun organisasi kemasyarakat, sehingga tidak meresahkan.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Jembrana I Gusti Ngurah Darma Putra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membina dan mengawasi LSM.

Namun menurutnya, keberadaan LSM maupun organisasi kemasyarakatan, seharusnya melindungi masyarakat dan membantu pengawasan proyek-proyek pemerintah secara profesional, bukannya mengancam dengan niat mendapatkan imbalan dari pemborong.(GBI)

Pewarta: Oleh Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026