"Selama ini anggaran tugas pembantuan (TP) itu seringkali sangat lambat, padahal tahun ini Bali seyogyanya mendapatkan jatah pembangunan dua RS Pratama," kata Kepala Dinas Kesehatan Provins Bali dr Ketut Suarjaya di sela menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR, di Denpasar, Kamis.
RS Pratama yang semestinya bisa dibangun tahun ini, ucap dia, adalah yang akan berlokasi di Nusa Penida (Kabupaten Klungkung) dan di Seririt (Kabupaten Buleleng). "Jika dananya turun di akhir-akhir tahun, maka akan susah bagi kami untuk merealisasikan pembangunan RS Pratama itu," ucapnya sembari menyebutkan masyarakat sudah sangat menantikan pembangunan rumah sakit tersebut.
Pembangunan dua RS Pratama itu pada 2014 juga sudah mengalami penundaan karena tidak turunnya dana tugas pembantuan yang semula dijanjikan terealisasi tahun lalu. "Padahal pada 2014 direncanakan dapat terbangun tiga RS pratama di tiga kabupaten yakni di Karangasem, Klungkung, dan Buleleng untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang selama ini terkendala akses pelayanan kesehatan," katanya.
Oleh karena dana tidak turun, akhirnya hanya satu RS Pratama di Kabupaten Karangasem yang bisa diwujudkan lewat pendanaan APBD Provinsi Bali. Untuk pembangunan RS pratama di kabupaten paling timur Pulau Dewata itu dialokasikan Rp22,5 miliar yang dipergunakan untuk pembangunan fisik sebesar Rp15 miliar dan Rp7,5 miliar pengadaan alat kesehatan.
Sementara itu Ketua Rombongan Komisi IX DPR Syamsul Bachri mengemukakan bahwa memang infrastruktur dan SDM kesehatan di daerah harus terus ditingkatkan. "Tujuan kunjungan kami ke Bali ini juga untuk mengetahui masalah-masalah di bidang kesehatan sehingga dapat menjadi bahan untuk kami tindak lanjuti di pusat," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.