Di tengah kondisi fisik Paulo Sitanggang dan kawan-kawan yang kedodoran di babak kedua, Ksatria muda Tageuk memberi ganjaran dengan menjebol dan mengobrak-abrik pertahanan Indonesia.
Empat gol Korsel dihasilkan dari skema serangan yang tertata efektif dan efisien. Mereka mengandalkan pola serangan yang cepat, dengan transisi yang menawan antar lini tengah dan lini depan.
Sebaliknya, skuad Garuda Muda di bawah asuhan pelatih Aji Santoso belum juga menunjukkan perubahan berarti di babak kedua, baik dalam skema serangan maupun dalam transisi bermain.
Keempat gol Korsel dilesakkan oleh Jung Seunghyun di menit ke-25, Lee Chandong (menit ke-70), Kim Hyun (menit ke-82), dan Lee Changmin (menit ke-78).
Meskipun Evan Dimas masuk di menit ke-69 menggantikan Adam Alis, namun tidak satu pun gol tercipta bagi Indonesia di tengah laga yang disaksikan oleh 16.400 orang. (WDY)
Pewarta: Oleh AA Ariwibowo: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.