Denpasar, 24/9 (ANTARA) - DPRD Provinsi Bali mengagendakan untuk memanggil pihak PLN terkait rencana proyek "Bali Crossing" yang akan menjadi salah satu transmisi listrik berdaya 500 Kilo volt ke Pulau Dewata.

"Kami merencanakan mengundang pihak PLN Regional Bali pada Senin pekan depan, sekaligus bertemu seluruh komisi," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali I Gusti Made Suryanta Putra di Denpasar, Jumat.

Pada pertemuan nanti dibahas berbagai hal terkait perkembangan rencana proyek yang dimaksudkan untuk mengatasi krisis kelistrikan di Pulau Dewata.

Menurut politikus yang biasa disapa Sena itu, pihak Komisi III yang membidangi kelistrikan dan mememperjuangkan keberhasilan mendapatkan proyek tersebut, tidak ingin dinilai hanya sebagai cap stempel dan menuai praduga macam-macam.

Pihaknya menginginkan semuanya transparan, oleh karenanya sejak awal proses pembahahasan selalu melibatkan komisi lainnya di DPRD,

"Kami tidak ingin dianggap hanya sebatas merekomendasikan proyek di atas kertas. Semua pertanggungjawaban harus jelas dan transparan  kepada lembaga apa," tandas Sena.

Menurut dia, sebelum terbitnya rekomendasi dewan terhadap proyek tersebut, pihaknya melalui pimpinan DPRD ingin mengumpulkan semua komisi terlebih dulu. "Proses rekomendasi lewat Komisi III, selanjutnya maju ke pimpinan dewan," ucapnya.

Karena itu, nantinya pimpinan dewan diharapkan bisa mengundang semua komisi guna menjelaskan soal "Bali Crossing". Dengan demikian semuanya akan transparan dan dewan memiliki dasar kuat untuk menerbitkan rekomendasi.

"Jadi kami tidak mau berjalan sendiri - sendiri. Setelah semua mendapat penjelasan, baru pimpinan dewan mengeluarkan rekomendasi," tandas politisi PDIP asal Kabupaten Tabanan ini.

Di pihak lain, Pemprov Bali sudah melayangkan surat permohonan rekomendasi kepada DPRD Bali, hanya saja hingga kini belum ada jawaban.

Padahal proyek "Bali Crossing" mendesak diputuskan menyusul ancaman krisis listrik di Bali.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026