Amlapura (Antara Bali) - Anggota DPRD Kabupaten Karangasem, Bali mendesak pemerintah setempat dapat memperbaiki jembatan tua yang jebol, yang melintang di atas aliran sungai di Dusun Perangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat.

"Saya berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jembatan tua yang dibuat tahun 1960 itu. Masalahnya, dalam waktu dekat ini akan ada upacara agama dalam skala besar," kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Karangasem, I Wayan Sekep Ariana, di Amlapura, Jumat.

Ia mengatakan, jembatan yang melintang di atas Sungai Mumbul di Dusun Perangsari Kelod, merupakan hasil swadaya warga setempat.

"Jembatan itu mereka bangun untuk memperlancar arus transportasi, termasuk untuk kepentingan upacara agama," ucapnya.

Ia mengatakan, hujan lebat yang belakangan ini terus mengguyur, telah mengakibatkan jembatan setinggi 12 meter dari permukaan sungai dengan panjang 12 meter, jebol dan materialnya hanyut ke aliran sungai.

Peristiwa itu, kata I Nengah Sudarma, salah seorang warga yang tinggal dekat jembatan, terjasi pada Kamis (23/9) sore sekitar pukul 17.00 wita, saat hujan turun sangat lebat.

"Karena gorong-gorong yang ada di samping jembatan itu tergolong kecil, langsung saja tersumbat sampah begitu banjir tiba," kata Sudarma.

Luapan air yang kemudian menghamtam jembatan, telah menjadikan titian yang sebagian terbuat dari kayu itu hanyut tersapu arus banjir, katanya.

Perbekel Duda Utara I Wayan Darmadi mengatakan, akibat jebolnya jembatan, jalan raya yang menghubungkan dua desa tersebut terputus dari kendaraan bermotor.

"Jembatan tidak lagi bisa dilalui kendaraan," kata dia dengan menambahkan, ambruknya jembatan itu telah pula mengakibatkan warga Desa Karangsari terancam terisolasi.

Ia berharap jembatan sebagai jalur penghubung warga Desa  Karangsari dan Desa Geriana Kangin, Kecamatan Selat itu dapat segera diperbaiki.

"Kami berhadap jembatan kembali dapat berfungsi, apalagi dalam waktu dekat akan diselengarakan upacara agama yang jatuh setiap 100 tahun sekali di wilayah itu," jelasnya.

Ia menyebutkan, selama ini jembatan tersebut belum pernah disentuh bantuan oleh pihak pemerintah.

Dikatakan, jembatan dibangun secara tradisional dengan tidak menggunakan tiang beton atau besi penyangga, melainkan hanya dengan tumpukan batu dan tanah sebagai alasnya. (*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026