Selain menerbangkan atap rumah, bencana yang muncul pada 22 September lalu itu juga telah mengakibatkan dua bangunan roboh total, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Pemayun, di Gianyar, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya sudah selesai melakukan pendataan atas kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam yang terjadi di Banjar Kutuh Kaja tersebut.
"Kami mencatat sebanyak 39 bangunan rusak dan dua lainnya roboh akibat angin puting beliung yang muncul Rabu (22/9) lalu," kata Gede Pemayun.
Dua bangunan yang roboh itu adalah restauran dan dapur milik I Nyoman Surawan. "Dua bangunan itu roboh karena ditimpa pohon albesia setinggi belasan meter yang tumbang tersapu angin," katanya.
Kerusakan bangunan restoran dan satu dapur yang terbuat dari kayu itu menjadi bertambah parah setelah angin kencang muncul sebanyak dua kali.
"Angin yang pertama hanya merontokkan bagian genteng, namun angin susulan berikutnya menumbang kayu hingga menimpa bangunan," ucapnya.
Ia mengatakan, meski jumlah kerusakan sudah berhasil didata, namun untuk kerugian material yang diderita warga masih dalam penghitungan.
"Kami belum berani bilang berapa jumlah kerugian, karena semua masih dihitung," katanya.
Untuk 39 bangunan yang lain, jelas Gede Pemayun, rata-rata hanya bagian gentengnya yang rusak beterbangan. "Dari 39 bangunan yang rusak, lebih banyak pada bagian gentengnya saja," katanya.
Usai menghitung biaya kerusakan, kata Pemayun, pihaknya akan mengajukan data itu kepada Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati untuk diambil langkah lebib lanjut.
Soal kapan bantuan akan turun, Pemayun menjelaskan, kebijakan tentang itu ada di tangan bupati. "Terpenting saya sudah melaksanakan tugas, soal bantuan itu kapan diturunkan, merupakan kewenangan Pak Bupati," ucapnya.
Terkait cuaca yang tidak menentu, Pemayun mengharapkan masyarakat Gianyar untuk senantiasa waspada terhadap timbulnya bencana. "Jika ada pohon yang tinggi, kami sarankan bisa dipotong," katanya menjelaskan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.