Gianyar (Antara Bali) - Setelah dilanda angin puting beliung di Banjar Kutuh Kaja, Kecamatan Ubud, Rabu (22/9), Pemerintah Kabupaten Gianyar menginstruksikan pendataan yang menjadi korban, sebelum dilakukan pemberian bantuan kepada warga.

"Tim bencana alam masih melakukan pendataan, jadi kami belum bisa memberi jawaban, kapan bantuan dari pemerintah akan dibagikan," kata Camat Ubud I Kadek Alit Wirawan, Kamis.

Saat ini, kata Alit Wirawan, pihaknya hanya bisa memberikan dukungan moral bagi korban bencana yang merusak puluhan rumah, termasuk sebuah bangunan restoran ambruk rata dengan tanah.

"Kami baru sebatas bertemu langsung dengan para korban dan memberikan motivasi kepada warga untuk tabah menghadapi bencana itu," katanya.

Kapolsek Ubud AKP I Gede Redestra mengatakan, saat ini situasi dan kondisi sudah normal kembali.

Demikian pula arus lalu-lintas, kata Redestra, sudah normal kembali. "Setelah kayu dari pohon yang tumbang dibersihkan oleh warga masyarakat serta pegawai dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Gianyar, lalu lintas kembali lancar," ucapnya.

Selain merusak sekitar 20 rumah, puting beliung susulan yang melanda Banjar Kutuh Kaja, Kelurahan/Kecamatan Ubud, juga merobohkan sebuah restoran dan membuat seorang wisatawan asing terluka.

"Angin pertama hanya membuat genteng rumah penduduk saja yang rusak berterbangan, namun pada terjangan angin berikutnya, sebuah restoran ambruk rata dengan tanah," kata Ketua Adat Banjar Kutuh Kaja I Nyoman Wardana didampingi Ketua LSM Kombalub (Komparasi Global Ubud Peduli) I Wayan Roja.*


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026