Dalam sebulan rata-rata dua puluh topeng dibeli oleh wisatawan asing, kata Ni Wayan Mandeg, salah seorang pedagang topeng batu kali ketika ditemui di Banjar Mawang Kelod, Desa Dlodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis.
Ia mengatakan, selain wisatawan asing, paling banyak membeli topeng itu adalah warga lokal Bali dan rata-rata 100 topeng sebulan dibeli oleh warga daerah ini.
Mereka umumnya membeli topeng batu kali yang berukuran 20 cm X 10 cm untuk hiasan dinding atau keperluan dekorasi lainnya.
Ia mengaku setiap hari bisa memproduksi lima topeng. "Yang mengukir batu itu anak saya sendiri, I Wayan Sudirta. Kami tinggal order saja langsung dibuatkan," katanya.
Satu topeng batu dijual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu. Bahan batu kali berwarna kuning berserat hitam itu didatangkan khusus dari Sungai Wos di wilayah setempat.
Selain terbuat dari batu kali, topeng dengan harga serta ukuran yang sama juga dibuat dari material batu padas asal Bali, Yogyakarta dan daerah lainnya. Semuanya dibuat sesuai permintaan peminat.
Disamping menjual topeng batu kali, Ni Wayan Mandeg juga memperdagangkan batu kali untuk hiasan halaman rumah atau dinding. Batu kali alami itu, didatangkan langsung dari Sungai Wos.
Material batu kali tersebut dibeli dari warga setempat, yakni satu keranjang ukuran kepalan tangan orang dewasa seharga Rp2.000.
Pada umumnya batu kali dipesan oleh wisatawan asing untuk menghiasi rumah ataupun vila yang baru dibangun di Pulau Dewata, tambahnya.*
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.