Ubud (Antara Bali) - Angin puting beliung melanda Banjar Kutuh Kaja, Kelurahan/ Kecamatan Ubud, Kabupaten, Gianyar, Bali, Rabu sore, sedikitnya 20 rumah warga rusak.

Sekitar pukul 15.30 wita di Banjar Kutuh, Kelurahan/Kecamatan Ubud, tiba - tiba muncul angin kencang berputar-putar, yang seketika  menumbangkan banyak pohon dan bangunan.

"Angin datang berputar-putar, tanpa disadari sudah merusak dan menerbangkan genteng rumah milik banyak warga," kata Ketua Adat Banjar Kutuh Kaja I Nyoman Wardana kepada ANTARA.

Ia menjelaskan, setelah dihitung sedikitnya 20 rumah milik warga rusak akibat diterpa angin kencang tersebut.

Menurut Wardana, banyak genteng rumah milik warga berhamburan jatuh ke tanah. "Bahkan atap asbes rumah milik salah seorang warga terbang dibawa angin," katanya.

Usai kejadian itu, warga masih diliputi ketegangan sembari membersihkan puing-puing genteng di rumahnya masing - masing.

I Wayan Roja, salah seorang warga Kelurahan Ubud meminta kepada aparat pemerintah berwenang untuk segera mengumumkan waspada angin puting beliung dan hujan lebat.

Pria yang juga Ketua LSM Kombalub (Komparasi Global Ubud Peduli) itu mengaku situasi dan kondisi cuaca dirasa kurang nyaman. "Warga melalui media ini kami harapkan untuk senantiasa selalu waspada," pintanya.

Camat Ubud I Kadek Alit Wirawan ketika dimintai keterangannya mengatakan, pihaknya sedang berada di lapangan, mengecek situasi dan kondisi.

Ia belum bisa memberikan keterangan detail soal bencana puting beliung itu. "Kami masih di lapangan, nanti akan kami beri tahu data kerusakan secara pasti dan kerugiannya,"jelasnya singkat.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026