Denpasar (Antara Bali) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengatakan, akibat hujan yang terus turun belakangan ini maka wilayah Bali berpotensi dilanda angin puting beliung.

"Potensi terjadinya bencana angin puting, berdasarkan fenomena alam yang terjadi saat ini dan cuaca yang tidak menentu. Seharusnya September ini masih musim kemarau, tapi hujan terus mengguyur," ujar Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar Nyoman Suarsa di Denpasar, Selasa.

Selain itu, lanjut Nyoman Suarsa, saat ini kondisi cuaca juga tidak bersahabat sehingga rentan terjadinya bencana.

"Penyebab terjadinya hujan yang terus mengguyur wilayah Bali saat ini ada beberapa faktor diantaranya terjadinya pertemuan masa udara yang agak lemah dan suhu muka laut menyimpang satu derajat di atas normal," katanya.

Ia menambahkan, akibatnya terbentuk kumpulan awan-awan konvektif dan Cumulonimbus(Cb). Awan Cb itu menyebabkan terjadinya pergerakan dari Timur dan Tenggara dengan kecepatan berkisar 0,5 - 35 kilometer perjam.

"Akibat kecepatan angin yang tinggi inilah bisa menyebabkan terjadinya hujan yang disertai angin puting beliung," katanya.

Ketika ditanya soal potensi bencana angin puting beliung terjadi di kawasan Bali tengah, Nyoman Suarsa menjawab, "Kami tidak bisa memprediksi, sebab bisa terjadi di mana saja."

Di sisi lain, Nyoman Suarsa mengatakan, diperkirakan saat ini sampai ke Oktober, hujan yang terjadi mengarah ke Lamina, yakni hujan yang datang lebih awal dari musimnya dan nantinya jatuhnya musim hujan akan lebih lama.

"Saat ini hujan yang terjadi menunjukkan curah hujannya di atas normal," kata Nyoman Suarsa menjelaskan.

Hujan yang turun saat ini pun, ujar Nyoman Suarsa, turunnya merata hampir di seluruh wilayah Bali, tapi waktunya tidak menentu.

Bali juga saat ini, Lanjut Nyoman Suarsa, harus diwaspadai berpotensi terjadinya bencana longsor dan banjir.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026