Semarapura (Antara Bali) - Deklarasi Konservasi Kawasan Perairan (DKKP) yang rencananya dilegar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (25/9) mendatang ditunda karena Menbudpar Jero Wacik tidak bisa hadir.

"Penundaan sampai batas waktu yang tidak ditentukan ini karena Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jro Wacik tidak bisa hadir," kata Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gede Agung sekaligus Ketua Panitia DKKP di Semarapura, Senin. 

Ketidakhadiran Jero Wacik itu, kata dia, karena menureut informasi menghadiri "Asian Pacific Rally Championship" (APRC) di Negara Jepang. Jero baru tiba di Indonesia Sabtu (25/9) sehingga bisa tidak datang ke acara deklarasi.

Tidak bisanya  menteri itu hadir, katanya, terungkap ketika dirinya bertemu langsung dengan Jro Wacik saat menghadiri undangan di rumah Bupati Karangasem I Wayan Geredeg pada Sabtu (18/9) lalu.

Mengenai kapan akan dilakukan deklarasi itu, panitia pelaksana masih menunggu informasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata terkait kedatangannya menteri itu.

Ia mengaku, ketidakhadiran menteri asal Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli itu mempengaruhi kedatangan dua menteri lainnya, yakni Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammd dan Mentri Peranan Wanita Linda Amelia Sari Gumelar.

Padahal saat ini, panitia sudah siap menerima anggota kabinet dari Presiden SBY itu, termasuk menyediakan masakan dengan menu khas rumput laut.

Selain itu, kata Gede Agung, pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah peralatan untuk menyelam bagi para menteri itu. "Tetapi kenyataannya tidak bisa hadir, ya kami tunda dulu acara serta persiapannya," katanya. 

Saat ini, katanya, kehadiran para menteri itu sangat diharapkan warga Nusa Penida. Warga di kepulauan itu sudah sudah bersiap-siap menyambut kedatangan menteri.

Harapan warga itu, ujar Gede Agung beralasan, karena warga menginginkan pengembangan di wilayahnya. Dengan kedatangan menteri itu mereka berharap ada perubahan pengembangan wilayah.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026