Denpasar (Antara Bali) - Nilai perolehan devisa dari perdagangan ekspor aneka kerajinan bambu buatan masyarakat Bali naik 55 persen dari bernilai 4,3 juta dolar menjadi 6,7 juta dolar AS selama Januari-Juli 2010.

Kreativitas perajin bambu Bali masih mendapat tempat di hati konsumern luar negeri menyebabkan ekspornya bertambah terus, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Senin.

Hal itu terbukti, krisis ekonomi global yang masih dirasakan masyarakat dunia, tidak berpengaruh terhadap perdagangan luar negeri barang kerajinan berbahan baku bambu, tetap mengalir ke pasaran ekspor.

Ia menjelaskan, perolehan devisa sebanyak itu atas pengapalan sebanyak 6,5 juta potong, selama Januari-Juli 2010 bertambah 161 persen, jika dibandingkan dengan periode sama 2009 yang hanya 2,5 juta potong.

Bertambah banyak kerajinan itu ke luar negeri tentu berkat masyarakat kreatif dalam menciptakan rancang bangun (desain) yang diinginkan pasar seperti kursi dan meja tamu yang dipadukan dengan anyaman dari rotan.

Di samping itu, pengusaha luar negeri ada di antaranya membawa rancangan langsung dari negaranya kemudian memesan barang, bentuknya disesuaikan gambar yang dibawanya tentu dengan harga yang sudah disepakati sebelumnya, kata Bagiada.

Tempat tidur malas yang biasa dibuat menggunakan bahan kayu jati dan sejenisnya, kini bisa dibuat dengan bahan baku bambu, ternyata hasil karya perajin di Bali disenangi serta dibeli oleh konsumen luar negeri.

Semakin laris aneka kerajinan berbahan baku bambu mengakibatkan perajin Bali kesulitan  bahan baku sehingga mendatangkan dari Jawa maupun Lombok, sebab bambu yang ada di daerah ini tidak mampu memenuhi permintaan yang ada.

Bambu tidak saja dijadikan barang furnitur, juga bisa dianyam dibuat gedeg lembaran, supaya tahan terhadap rayap, pengrajin memolesi lembaran gedek dengan disinfektan, setelah dijemur, gedek siap dipasarkan dan diekspor.

Bungkil bambu yang selama ini dibuang karena menjadi barang tak berguna, tetapi bagi perajin di Bali bisa dijadikan barang aneka seni berupa patung bebek, tempat putung rokok dan laku ke pasaran ekspor, tambah Bagiada.

Masyarakat Bali yang dinilai kreatif dalam menciptakan barang kerajinan mampu memikat konsumennya dan laku terjual ke pasaran ekspor maka tidak mengherankan kalau devisa dari kerajinan bambu terus bertambah banyak.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026