Singaraja (Antara Bali) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Buleleng terus berupaya menekan menjalarnya HIV/AIDS, mengingat di kabupaten bagian utara Bali tersebut secara kumulatif terdata 900 kasus penderita penyakit mematikan tersebut.

Salah satu upayanya, KPA Buleleng menyelenggarakan jambore dan ceramah bagi siswa yang peduli terhadap bahaya HIV/AIDS di Singaraja, Sabtu, dan dijadwalkan berlangsung tiga hari hingga Senin (20/9).

Melalui kegiatan tersebut, peserta nantinya diharapkan mampu menghindarkan diri dari bahaya penyakit mematikan itu, sekaligus menjadi agen informasi bagi rekan-rekan dan masyarakat umum yang ada di lingkungan tempat tinggal peserta.

Wakil Bupati Buleleng Drs Made Arga Pynatih MSi yang juga ketua KPA setempat, menilai penyelenggaraan jambore kali ini sangat tepat sebagai ajang sosialisasi bahaya HIV/AIDS bagi remaja.

Hal itu mengingat kegiatan jambore sangat disenangi oleh anak-anak muda, sehingga mereka sebagai kader-kader relawan HIV/AIDS akan dapat menyerap informasi yang disampaikan secara maksimal.

Menurut Arga Pynatih, dalam menanggulangi HIV/AIDS memerlukan orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk ikut serta memberantas HIV/AIDS maupun penyalahgunaan narkoba.

Selaku Wakil Bupati, dia berharap melalui ilmu yang mereka dapat dari kegiatan tersebut, nantinya dapat disebarluaskan kepada teman mereka baik di sekolah maupun masyarakat umum di lingkungan masing-masing.

Kegiatan yang diikuti 250 peserta yang adalah siswa SMP, SMA dan mahasiswa itu, tampak dihadiri sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Buleleng.

Kepada para peserta, Wabup juga berkesempatan memberikan materi tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba.

"Wilayah kita merupakan salah satu daerah tujuan wisata menarik di Bali, sehingga banyak dikunjungi turis domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, kita harus bisa menjaga daerah ini agar aman dan nyaman untuk dikunjungi, termasuk dengan menekan penyebaran berbagai penyakit seperti HIV/AIDS," katanya.

Kegiatan jambore selama tiga hari itu juga diisi ceramah oleh beberapa narasumber, seperti dari Yayasan Peduli HIV/AIDS dan pihak-pihak yang peduli terhadap penanggulangan penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.

Selain itu, jambore juga isinya dengan kegiatan kreatif lainnya seperti diskusi dan lomba baca puisi, lomba debat, paduan suara, membuat karikatur dan lomba bidang administrasi yang bertemakan HIV/AIDS.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026