"Mereka selanjutnya akan memetakan bidang apa saja yang memungkinkan dilakukan kerja sama antara UGM dengan berbagai perguruan tinggi di 15 negara Asia-Eropa," kata Rektor UGM Dwikorita Karnawati di Yogyakarta, Senin.
Saat menerima kunjungan 15 duta besar (dubes) Indonesia untuk negara-negara Asia- Eropa, ia mengatakan kunjungan tersebut akan membuka peluang bagi UGM untuk mengetahui secara lebih mendalam apa saja yang menjadi kebutuhan pengguna lulusan di tingkat global.
"Dengan kunjungan itu kami bisa memetakan seperti apa kebutuhan mendesak dari dunia global sehingga UGM bisa ikut ambil bagian di dalamnya," katanya.
Menurut dia, para dubes tersebut juga bisa melakukan pemetaan kekuatan UGM yang memungkinkan untuk dilakukan kerja sama untuk memecahkan permasalahan bangsa dan dunia.
"Misalnya, persoalan yang terkait dengan kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kesehatan, dan kemaritiman yang mendesak untuk segera diselesaikan. Harapannya segera ada rencana aksi jangka pendek yang bisa dilakukan," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh Bambang Sutopo Hadi: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.