Ketua Panitia "Fair Trade" Rahaji di Denpasar, Jumat mengatakan, acara ini digagas oleh Forum Fair Trade Indonesia (FFTI) dalam upaya mensosialisasikan gerakan "fair trade" atau perdagangan berkeadilan di Indonesia.
"Acara yang bertajuk 'Kampoeng Fair Trade' itu akan menghadirkan aneka macam produk 'fair trade' dari anggota FFTI, hingga produk-produk lain yang bernapaskan sosial dan ramah lingkungan," ucapnya.
Dikatakan, serbuan perdagangan bebas (free trade) membuat sejumlah pihak mencari alternatif.
Saat kapitalis neolib menguasai dunia, sistem perdagangan dirasakan kurang adil. Maka kini muncul "fair trade" sebagai alternatif dari keberadaan "free trade".
"Saat ini ada 500 anggota 'Fair Trade' di seluruh dunia. Indonesia baru memiliki sembilan, termasuk dua anggota atau member dari Bali," katanya.
Menurutnya, FFTI merupakan "fair trade" sebagai sistem ekonomi alternatif, jauh lebih baik dibandingkan sistem ekonomi yang ada sekarang ini.
"Sistem ekonomi 'fair trade' memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam perdagangan suatu produk. Dicontohkan, para produsen suatu produk harus menyampaikan standar produk yang dihasilkan. Mereka pun harus mampu memproduksi barang yang ramah lingkungan," katanya.
Ia mengatakan, "free trade" saat ini menjadi sistem perdagangan yang mendominasi ekonomi dunia. Dalam perdagangan ini tidak ada tanggung jawab moral terhadap apa yang mereka perjualbelikan.
"Di era globalisasi ini, banyak kita jumpai praktik perdagangan yang hanya menguntungkan beberapa pihak dan malah meminggirkan produsen kecil. Oleh karena itu 'fair trade' harus kita suarakan ke masyarakat luas, bahwa kini ada alternatif perdagangan yang lebih baik dari 'free trade'," ucap Rahaji.
Sementara Wakil Ketua FFTI Ngurah Termana mengungkapkan, FFTI adalah wadah organisasi individual, asosiasi, produsen, organisasi dan perdagangan yang berkomitmen mempraktikan perdagangan berkeadilan dan menjalankan prinsip-prinsip 'fair trade'.
"Kami berharap dengan terselenggaranya acara ini dapat memberikan angin segar dalam menjalankan usaha di tengah arus globalisasi," katanya.
Ia mengatakan, pada acara ini akan digelar kuliner dengan menyajikan bermacam makanan lokal. Selain menampilkan aneka produk, kegiatan ini juga memberikan ruang kreativitas yang luas untuk segala lapisan masyarakat, seperti aneka permainan yang mendidik, lomba menggambar bagi anak-anak.
"Sebelum acara ini dibuka, juga digelar lomba 'essay' bagi anak SMA dan lomba fotografi untuk umum. Semua pemenang akan diumumkan pada penutupan kegiatan 'fair trade' tersebut," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.