Kedua atlet angkat besi Bali tersebut yang merupakan andalan daerah ini di PON Riau 2012, diharapkan mampu memetik kesuksesan di arena antarbangsa nanti, kata Ketua Umum KONI Bali, Drs Made Nariana, di Denpasar, Jumat.
Para atlet pulau Dewata tersebut yang sudah mengikuti latihan secara terprogram, menurutnya, memerlukan dukungan dari masyarakat pencinta olahraga berat ini untuk memberikan doa agar mampu memetik kemenangan di luar negeri.
Lifter wanita andalan Bali, Luh Sinta, termasuk atlet yang digembleng dalam persiapan Pelatnas SEA Games sedangkan rekannya mengikuti latihan sendiri namun hasil latihannya bisa dipantau dengan baik dari jarak jauh.
"Mudah-mudahan kedua lifter andalan Bali mampu mengukir prestasi puncak saat tampil di kejuaraan dunia di Turki, karena mereka sudah mengikuti latihan keras selama ini," kata I Nyoman Ari Suryawan, pelatih kedua atlet itu, di Denpasar.
Ni Luh Sinta lifter Bali yang meraih emas di PON Kaltim lalu, masuk Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk memperkuat lifter nasional maju ke Sea Games 2011. Ia sudah dipersiapkan sejak dini bersama rekannya yang lain.
Lifter Ketut Ariana yang dijadikan pelapis seniornya dalam kejuaraan dunia di Turki bersama rekanya dari daerah lain di Indonesia merupakan atlet usia muda yang memiliki potensi besar untuk memetik prestasi di Turki.
Atlet angkat besi dari Bali di tingkat Nasional tidak terlalu mengecewakan, hal itu terbukti saat mengikuti kejuaraan nasional angkat besi dan angkat berat senior tahun 2010 di Jakarta, mampu meraih prestasi gemilang.
Anak-anak Bali gemblengan pelatih Nyoman Ari dan temannya berhasil menyabet sebelas medali; masing-masing dua emas, tujuh perak dan dua perunggu. Bermodalkan prestasi tersebut lifter Bali di nomor tertentu cukup disegani di tingkat Nasional.
PABBSI Bali dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2012 Riau akan tetap bekerja keras menggembleng atletnya dengan latihan secara teratur dan terprogram, dengan harapan mampu menyumbang medali untuk Bali.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.