"Perolehan devisa tersebut 78 persen ditopang oleh pengapalan hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang menonjolkan unsur seni," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, khusus untuk bulan Desember 2014 nilai ekspor itu tercatat 40,89 juta dolar AS, menurun 6,50 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 43,73 juta dolar AS.
Perolehan devisa pada bulan Desember 2014 juga turun 3,75 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2013 yang mencapai 42,48 juta dolar AS.
Panusunan Siregar menambahkan, Bali mengapalkan berbagai jenis komoditas ke pasaran luar negeri antara lain tujuan Amerika Serikat yang menyerap 20,53 persen, Australia 10,70 persen, Jepang 8,76 persen, Singapura 7,88 persen dan Taiwan 5,56 persen.
Lima matadagangan utama yang menembus pasaran mancanegara itu terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 22,63 persen, produk pakaian jadi bukan rajutan 12,27 persen dan produk perhiasan (permata) 11,73 persen.
Selain itu juga mengapalkan produk dari bahan baku kayu 10,10 persen serta produk perabot, penerangan rumah 8,71 persen.
Panasunan Siregar menambahkan, ekspor ke lima negara tersebut jika dibandingkan dengan bulan Desember 2013 hanya Taiwan yang tercatat mengalami peningkatan yang mencapai 128,50 persen.
Sebaliknya empat negara lainnya yang meliputi Amerika Serikat menurun 6,17 persen, Jepang 23,82 persen, Singapura 3,59 persen dan Australia 22,78 persen.
Jika dibandingkan dengan kondisi bulan November 2014 Taiwan kembali menunjukkan peningkatan yang mencapai 133,17 persen. Empat negara lainnya semuanya menurun, ujar Panasunan Siregar. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.