Orang tua Rahmadatul Aulia (7), yang awalnya menolak anaknya tersebut dibawa ke RSU Sanglah dengan alasan biaya, akhirnya bersedia menuruti saran pihak RSU Negara, setelah mendapatkan kunjungan dan penjelasan dari Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, Rabu.
"Karena kondisinya belum juga sadarkan diri, kami sudah merujuknya ke RSU Sanglah, tapi keluarganya tidak bersedia dengan alasan tidak memiliki biaya, serta khawatir tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit yang dituju," kata Direktur RSU Negara, dr Made Dwipayana.
Setelah Kembang menyakinkan mereka, termasuk memerintahkan aparat Desa Tegalbadeng Barat tempat pasien tersebut berasal untuk mengajukan dana tunggu ke Pemkab Jembrana, baru pihak keluarga bersedia.
"Kami memiliki dana tunggu bagi keluarga yang menjaga pasien di rumah sakit. Saya minta, pihak desa secepatnya memfasilitasi permohonan untuk dana tersebut," katanya.
Sementara penyebab dan jenis penyakit yang menyebabkan sedikitnya empat orang anak tidak sadarkan diri dalam waktu yang lama ini, hingga saat ini belum diketahui pasti.
Berdasarkan analisa terhadap gejala pasien yang dilakukan dokter spesialis, Dwipayana menduga, anak-anak ini terinfeksi arbovirus, yang ditularkan nyamuk yang bersarang di tempat kumuh, seperti kandang ternak.
Terkait hal ini, Kembang mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing, dengan bergotong-royong melakukan pembersihan khususnya terhadap sarang nyamuk.
Empat anak Kabupaten Jembrana yang terserang virus tersebut berasal dari desa dan kecamatan berbeda, yang menurut Kepala Dinas Kesehatan, dr Putu Suasta MKes, baru kali ini terjadi di daerah ini.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.