Denpasar (Antara Bali) - Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Islam Provinsi Bali, Haji Agus Salim mengharapkan, umat Islam harus mampu menjaga perdamaian dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
"Kita harus mampu menjaga kedamaian, dan mewujudkan kehidupan yang harmonis dan serasi, karena semangat itu mampu membangun bangsa Indonesia lebih kokoh, sekaligus menyejahterakan warga masyarakatnya," katanya di Denpasar, Jumat.
Dalam khotbah shalat Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriyah di Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai Denpasar, yang dihadiri ribuan umat Islam itu, ia mengatakan, rasa persaudaraan antarumat beragama harus ditumbuhkan dari masing-masing individu yang mengacu pada ajaran Al-Quran.
"Selaku umat yang percaya dengan kebesaran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam hendaknya harus patuh dan mengikuti ajaran yang telah tersurat dalam kita suci tersebut," ujarnya..
Ia mengatakan, selaku umat Muslim menjalankan ajaran dan perintah Tuhan dengan melakukan shalat lima waktu adalah dasar utama menjalankan ajaran Islam.
Menurutnya, kerukunan umat beragama di Pulau Dewata sudah terjalin sejak zaman kerajaan dan bersatu mengusir penjajah di muka bumi.
"Perbedaan dalam penganut kepercayaan hendaknya disikapi secara bijaksana karena semua ajaran agama mengajarkan umatnya agar berbuat baik dan menjauhkan dari segala kebencian," ucapnya.
Maka dari itu, kata dia, sebagai umat muslim pada hari yang Fitri ini harus mampu introspeksi diri dan saling bersilaturahmi untuk menumbuhkan semangat baru untuk menjalankan aktivitas ke depan.
Agus Salim mengatakan, kerukunan umat beragama di Bali harus menjadi contoh di daerah lain. Karena di Bali yang mayoritas umat Hindu bisa hidup berdampingan. Sebagai contoh untuk tempat ibadah umat, bisa berdiri dalam satu tempat, yaitu di kawasan Puja Mandala Nusa Dua, Bali.
"Itu sebagai bukti dan cermin toleransi antarumat beragama di Bali sangat tinggi," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.