Denpasar (Antara Bali) - Layar menjadi salah satu cabang olahraga andalan Bali dalam pengumpulan medali emas di PON Riau 2012, selain cabang olahraga pencak silat, menembak dan atletik, kata pejabat KONI Bali.

"Atlet layar Bali di bawah pembinaan pelatih Wayan Sujana hampir tiada hari tanpa latihan," kata Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indopnesia (KONI) Bali Drs I Gusti Agung Gde Susila di Denpasar Kamis.

Bali yang masih mengandalkan peselancar Oka Sulaksana, prestasinya sudah diakui di tingkat dunia, didampingi atlet-atlet usia muda lainnya akan maju berlaga pada arena Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Riau 2012.

Ia mengatakan, sedikitnya dua atlet layar baru muncul yang mendapingi Oka, yakni I Gusti Candra Pratiwi, siswa putri SMP Negeri 1 Denpasar dan I Ketut Rasa Krisna Murti, siswa kelas dua SMA 6 Denpasar.

Disamping itu atlet layar lainnya yang potensial untuk meraih prestasi pada kejuaraan akbar empat tahunan nanti adalah I Gede Subagiasa dan Komang Suartana. Mereka itu dibina oleh Oka sendiri dan Wayan Sujana.

Agung Susila mengatakan, atlet layar menargetkan perolehan medali pada PON Riau 2012 sebanyak empat keping emas, karena atlet yang baru berusia sekitar 18 tahun itu akan mencapai prestasi pada saatnya nanti.

Atlet layar Bali menjadi perhitungan daerah lain seperti misalnya Oka Sulaksana yang sering bertanding di tingkat dunia, juga putrinya Gusti Candra Pratiwi mulai muncul namanya di tingkat nasional.

Ketua Harian KONI Bali mengakui, dalam cabang olahraga air ini dalam meraih prestasi menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam pemanfaatan peralatan yang nilainya sangat mahal sedangkan dana sangat terbatas.

Peralatan yang dibutuhkan atlet layar terutama papan selancar yang sesuai aturan ditentukan panitia pertandingan cukup mahal, sedangkan bantuan dari pemerintah relatif sedikit dan dari donatur hampir tidak ada.

Atlet layar Bali dengan peralatan seadanya ditambah semangat tinggi dalam berlatih maka prestasi yang ditunjukkan dalam kejuaraan Indonesia terbuka dua kali belakangan ini cukup menggembirakan, demikian Susila.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026