Denpasar (Antara Bali) - Bali yang selama ini dijuluki pulau Kahyangan oleh masyarakat internasional bisa mendatangkan turis asing antara 10.000-16.000 orang per tahun seperti halnya negara tetangga yakni Singapura.

"Kita meniru negara tetangga dari segi positifnya tidak masalah, Singapura banyak dikunjungi wisatawan mancanegara berkat keamanannya terjamin" kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Pemprov Bali, Ketut Wija di Denpasar Rabu.

Masyarakat internasional yang melakukan perjalanan wisata di suatu daerah dan mereka (turis-red) merasa keamanan dan kenyamanannya terjamin selama berada di situ, maka tidak mengherankan Singapura dikunjungi banyak turis asing.

Oleh sebab itulah Gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang juga mantan Kapolda itu menginginkan agar keamanan di pulau Dewata dilakukan standar internasional sehingga masyarakat dalam dan luar negeri ke daerah ini merasa nyaman dan aman, kata Wija.

Ia mengatakan, Geografi Bali jauh lebih bagus dari Singapura, karena daerah ini memiliki pantai berpasir putih, lembah, tebing, sungai, danau, persawahan dan gunung yang cocok untuk dijadikan lokasi daya tarik wisata berkat keindahan alamnya.

Hasil kerajinan yang dibuat bernilai seni tinggi, kesenian serta adat istiadat penduduk Bali, termasuk upacara ngaben (pembakaran mayat)  yang tiada duanya di dunia juga menjadi daya tarik turis asing untuk disaksikan dalam liburannya,

Ketut Wija mengatakan, Bali yang meraih penghargaan "The Best Leisure Destination in Asia Pasific" 2010 oleh majalah wisata terkemuka di Hong Kong, yaitu Bisnis Travellers Asia Pasific, harus mampu mengelola diri sehingga turis banyak ke sini.

Komponen pariwisata bersama pemerintah perlu bekerjasama menciptakan kondisi yang lebih kondusif dengan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga turis yang berlibur ke daerah ini mau tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya.

Bali yang tahun 2010 membuat sasaran kedatangan turis asing sekitar 2,3 juta orang dengan jumlah pengeluaran diketahui sekitar Rp1,3 juta perorang dari sasaran yang ditetapkan Rp1,5 juta dan lama tinggal hanya 8,75 hari dari target 14,3 hari.

Jadi Bali supaya bisa mendatangkan turis asing sekitar 10.000 orang seperti Singapura perlu kerja keras semua pihak, terutama masalah keamanan sehingga wisatawan yang berlibur di Bali mendapat jamainan keamanan dan kenyamanannya, kata Wija.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026