Denpasar (Antara Bali) - Lembaga Amil Zakat Nasional atau Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat sejak berdiri pada 2001 telah membantu permodalan pada sekitar 16.000 pengusaha kecil di seluruh Indonesia.

"Nilai bantuan yang kami berikan antara Rp1 juta hingga Rp5 juta per orang dengan sistem bergulir karena sifat bantuan itu bukan berupa pinjaman," kata Dirut Laznas BSM Alam Sani kepada wartawan di sela-sela berbuka puasa bersama 1.000 anak yatim di Denpasar, Sabtu petang.

Ia mengemukakan bahwa meskipun lembaga yang dikelola oleh orang-orang Bank Syariah Mandiri itu bekerja berdasarkan konsep syariah Islam, namun bantuan modal tersebut bukan hanya diberikan untuk umat Islam, namun juga umat lainnya.

"Kami menerapkan konsep Islam sebagai 'rahmatan lil'alamin' atau Islam itu rahmat bagi seluruh alam," katanya.

Selain untuk penguatan modal usaha, katanya, dana dari Laznas BSM juga disalurkan sebagai beasiswa bagi sekitar 14 ribu siswa dan mahasiswa dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp11 miliar.

"Program lain dari kami adalah pemberian santunan, khususnya untuk korban bencana, seperti yang terjadi di Aceh, Pangandaran, Jawa Barat, dan lainnya. Selain itu juga untuk santunan bagi anak-anak yatim khususnya di saat Ramadhan ini," ujarnya.

Alam Sani mengemukakan bahwa di bulan suci tahun ini lembaganya mengajak puasa bersama dan memberi santunan untuk 5.000 anak yatim di Jakarta, Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Dana yang dikeluarkan untuk bantuan itu sebesar Rp2,5 miliar.

Menurut dia, perkembangan dana yang dikumpulkan Laznas BSM dari 2,5 persen laba kotor Bank Syariah Mandiri serta dari karyawan dan sebagian kecil nasabah itu sejak 2001 hingga 2010 sudah mencapai Rp40 miliar.

"Perkembangannya luar biasa. Dari awal berdiri hanya terkumpul dana sekitar Rp200 juta, pada 2009 mencapai Rp15 miliar dan tahun ini kami perkirakan mencapai Rp30 miliar," katanya.

Disebutkan bahwa pendirian Laznas BSM sebagai bentuk kepedulian manajeman Bank Syariah Mandiri untuk ikut memikirkan bantuan pada kaum miskin dan masyarakat lainnya yang membutuhkan.

"Sebetulnya yang dikenakan wajib zakat 2,5 persen itu kan perorangan, tapi Bank Syariah Mandiri tetap mengeluarkan zakat 2,5 persen dari laba kotor yang dikelola. Kami ini berbentuk yayasan yang dibagi dalam unit-unit, antara lain unit zakat," katanya.

Sementara kegiatan buka puasa bersama yang dilanjutkan shalat maghrib berjamaah dengan 1.000 anak yatim di Bali juga diisi dengan materi pelatihan ESQ bagi anak-anak.

Pada saat itu anak-anak yatim diajak utuk meresapi kebesaran Allah dan betapa kecilnya manusia. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026