KMP Dharma Rucitra yang berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali pukul 20.00 Wita itu tiba-tiba terseret arus kuat Selat Bali di perairan Teluk Goa.
Karena kuatnya arus tersebut membuat kapal yang penuh dengan penumpang itu terseret hingga ke tepian sehingga kandas di perairan yang penuh karang.
Upaya evakuasi dilakukan sejak Kamis malam, namun karena perairan semakin dangkal dan arus semakin kuat sehingga proses evakuasi dibatalkan.
Perairan Teluk Goa yang masuk wilayah Kabupaten Jembrana, Bali itu merupakan kawasan yang paling rawan karena banyaknya karang laut. Bahkan kejadian kapal feri kandas seperti dialami KMP Dharma Rucitra sudah sering terjadi di lokasi ini.
Terakhir kali beberapa bulan lalu, KMP Muthis milik PT ASDP Ketapang Banyuwangi juga mengalami nasib serupa sehingga kapal itu harus mengapung di perairan Selat Bali hingga semalaman.
Menurut salah seorang ABK KMP Dharma Lautan, Sugiharto, Dharma Rucitra yang dinahkodai Supardi ini kandas setelah dihantam arus kuat Selat Bali sehingga terseret dan kandas di periaran Teluk Goa.
"Namun karena kondisi cuaca dan ketinggian air sangat minim sehingga evakuasi baru dilanjutkan pagi ini,"ungkapnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.