Pertemuan tahunan AFTAA sangat penting dalam mempersiapkan strategi di masing-masing biro perjalanan wisata.
Denpasar (Antara Bali) - Presiden United Federation of Travel Agents Association (UFTAA) Joe Borg Ilovier mengatakan, pertemuan perwakilan dari perjalanan wisata di dunia dalam upaya mencari terobosan pariwisata ke depan.

"Pertemuan tahun ini sangat penting dalam mempersiapkan strategi di masing-masing biro perjalanan wisata, sebab setiap wisatawan di masing-masing negara memiliki karakter tujuan wisata berbeda. Oleh karena itu pertemuan atau konferensi tersebut masing-masing delegasi saling bertukar pengalaman," katanya di sela acara "The 47 Th UFTAA Congres" di Jimbaran, Bali, Senin.

Menurut dia, perubahan sektor kepariwisataan cukup drastis, maka dari itu melalui pertemuan ini diharapkan semua perjalanan wisata yang bergabung dalam UFTAA bisa saling bersinergi menghadapi perkembangan pariwisata tersebut.

"Tentu dalam mengatasi perubahan pariwisata tersebut semua pihak harus melakukan langkah-langkah antisipasi, sehingga sektor pariwisata di negara tujuan mempersiapkan sejak dini. Keinginan dari turis akan selalu berkembang. Mereka tidak saja menikmati pemandangan alam, seni budaya saja," ujarnya didampingi Ketua Umum DPP Astindo Elly Hutabarat.

Ia mengatakan negara berkembang yang memiliki objek wisata perlu terus berbenah, sehingga kunjungan wisatawan bisa terus meningkat.

"Jika penunjang sektor pariwisata di negara-negara berkembang tidak terus ditingkatkan, maka mereka bisa saja mengalihkan liburannya ke negara lain. Karena itu peran pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata harus selalu bersinergi dalam memberi pelayanan prima kepada para turis," katanya.

Joe Borg tidak menampik semua negara yang memiliki objek wisata mengalami permasalahan internal, namun mereka semuanya berupaya meminimalkan permasalahan tersebut.

"Kalau kita amati semua negara berkembang dan negara yang memiliki objek wisata mempunyai permasalahan dalam menerima kunjungan wisata, akan tetapi mereka semua berusaha meniadakan permasalahan tersebut dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana serta pelayanan yang memadai," katanya.

Pertemuan UFTAA digelar selama tiga hari hingga Rabu (19/11) dihadiri sedikitnya utusan dari 20 negara di dunia, antara lain dari perwakilan India, Afrika dan negara-negara ASEAN. (WDY)

Pewarta: Oleh I Komang Suparta
Editor : I Komang Suparta

COPYRIGHT © ANTARA 2026