Wakil Gubernur Sumatera Barat H Muslim Kasim dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Jumat bahkan mengimbau jajarannya untuk mengelilingi Bali serta mencari informasi dengan melihat spesifik daerah yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
"Dengan paparan yang disampaikan, membuat kami lebih bersemangat. Sumbar yang terdiri dari 12 kabupaten dan 12 kota ingin mengadopsi dengan mengamati kiat-kiat Provinsi Bali dalam menurunkan angka kemiskinan yang cukup signifikan karena saat ini angka kemiskinan Sumbar masih pada angka 7,23 persen," kata Muslim.
Selain itu, ucap dia, sumber daya alam yang dimiliki Sumbar untuk menunjang pariwisata mirip dengan Bali, namun tidak bisa meraih prestasi sebaik Bali.
"Kami berharap kunjungan kali ini akan membawa perubahan yang signifikan bagi pengentasan kemiskinan di Sumbar," ucapnya yang juga Ketua Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan (TKPK) Sumbar ini.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang menerima kunjungan tersebut menyambut baik atas keinginan Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan (TKPK) Sumbar untuk mengadopsi program Pemprov Bali karena kerja sama antarprovinsi merupakan hal yang penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Sudikerta yang juga merupakan Ketua Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Bali menyatakan bahwa prestasi yang selama ini diraih tidak luput dari kerja bersama Gubernur Bali dan jajaran serta koordinasi dengan pusat maupun kabupaten/kota sehingga program yang digelontorkan tidak bersifat tumpang tindih.
"Kami selalu menjaga koordinasi baik dengan pusat maupun sembilan kabupaten/kota yang terdapat di Provinsi Bali agar program yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tidak tumpang tindih dengan program yang ada di daerah serta komitmen bersama yang selalu kami bangun untuk mengurangi kemiskinan dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera," ujarnya.
Sudikerta mengemukakan Provinsi Bali berhasil menurunkan angka kemiskinan yang lima tahun lalu berada pada angka 6 persen turun menjadi 3,95 persen pada 2014, walaupun karena imbas inflasi pertengahan tahun mengalami kenaikan menjadi 4,53 persen.
Beberapa hal yang dilakukan oleh Pemprov Bali adalah dengan terus menyasar dan melakukan pemuktahiran data terhadap masyarakat miskin sehingga program-program yang diberikan dapat tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Sudikerta menyampaikan program-program yang selama ini telah digelontorkan Pemprov Bali yang terdiri atas sembilan program prioritas dan 12 program unggulan. Program prioritas antara lain Bedah Rumah, Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida), Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), Beasiswa Miskin, Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) Mandara, Bali Green Province, dan lainnya.
Mantan Wagub Badung itu menambahkan, bahwa komitmen awal dari Pemprov Bali dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah dengan meningkatkan APBD serta mengkolaborasikan dengan sektor swasta dengan bantuan dari CSR sehingga bisa membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.