"Dari pelaksaan program yang baru berjalan enam bulan, ditemukan tujuh pelatih dan atlet yang tidak memenuhi standar dalam peningkatan prestasi yang ditetapkan. Karenanya, mereka harus terkena degradasi," kata Ketua Umum KONI Bali Drs Made Nariana di Denpasar, Rabu.
Ketujuh atlet dan pelatih tersebut, dua di antaranya adalah atlet putri dari cabang olahraga silat. Kedua atlet tersebut diketahui akan segera melahirkan, maka tidak mungkin mereka mampu mengikuti pelatihan yang intensif sebagai upaya persiapan menghadapi PON di Riau mendatang.
Selain dua pesilat, dua lainnya dari cabang olahraga bola voli pantai berikut seorang pelatihnya yang terpaksa harus didegradasi karena tidak mampu melakasanakan program pelatihan secara baik selama pelaksanaan Palda Bali Emas 2010.
Untuk dua yang lain, tercatat atlet andalan dari cabang ski air yang tidak bisa meningkatkan prestasi karena sakit, serta seorang atlet biliar dikeluarkan dari program ini karena mengundurkan diri, kembali ke kampung halamannya di Sumatera.
Nariana mengatakan, para atlet dan pelatih yang terkena degradasi tersebut dikembalikan pengurus provinsi cabang olahraga yang bersangkutan untuk ditingkatkan prestasinya guna menghadapi kegiatan dari program jenis lainnya.
Atlet dan pelatih yang masuk program Palda Bali Emas 2010 yang kegiatannya dimulai sejak Januari 2010, setiap orangnya diberikan uang saku Rp1 juta untuk ongkos perjalanan dari rumah hingga tempat pelatihan yang ditetapkan.
Uang saku yang diperoleh dari dana APBD Bali itu bukanlah hadiah kepada atlet atau pelatih, tetapi sebagai dana pembinaan bagi atlet unggulan Bali yang akan dipersiapkan untuk bisa berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau nanti.
Nariana mengatakan, atlet dan pelatih yang terkena degradasi adalah mereka yang sudah jelas tidak mampu melaksanakan program latihan yang diberikan. Prestasi selama latihan menurun dan tidak mengikuti kejuaraan olahraga yang ada.
KONI sebelum mengambil tindakan tegas tersebut, telah terlebih dahulu melakukan tes psikologi, kesehatan dan tes fisik.
"Hasil pelatihan sejak Januari lalu berikut hasil tes tersebut kemudian dipakai pegangan untuk mendegradasi atau bahkan sebaliknya mempromosikan atlet," katanya.
Bali dalam PON Riau akan mengirimkan atlet-atlet yang memiliki prestasi tinggi, sehingga mampu mempersembahkan medali. Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan pula bisa memperbaiki peringkat dari sembilan besar pada PON Kaltim 2008.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.