Denpasar (Antara Bali) - Pintu dan dinding berukir khas Bali yang terlihat antik, merupakan salah satu daya tarik konsumen asing dan ini telah menyebabkan realisasi perdagangan itu ke luar negeri meningkat terus.

Masyarakat luar negeri dulu banyak membeli patung berbahan baku kayu dari Bali, sekarang sudah mulai bergeser ke barang seni jenis antik, kata Made Renge, perajin ukiran kayu asal kota seni Gianyar, Selasa.

Pintu rumah dan dinding setelah diukir dan dicat sehingga kelihatannya seolah-olah antik, menjadi barang seni bernilai jual tinggi, dan barang seni jenis ini hasil karya seniman Bali laku keras ke luar negeri.

Made Renge yang memiliki tenaga pengukir puluhan orang itu menyebutkan, barang seni yang semakin berkembang ini ternyata banyak diminati dan dikoleksi pecinta seni mancanegara mulai Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Perajin ukir yang tersebar di Pulau Dewata kreatif mengembangkan desain baru yang sesuai dengan selera dan kondisi keuangan konsumen mancanegara, maupun calon pembeli yang datang dari berbagai daerah di nusantara.

Pintu ukiran berbahan baku kayu jati semakin laris ke luar negeri merupakan salah satu penyebab perolehan devisa dari aneka kerajinan jenis ini dari Bali mencapai 37,6 juta dolar AS selama Januari-Mei 2010.

Hasil perdagangan itu atas pengapalan sebanyak 23 juta pcs cenderamata dari kayu, dan meningkat dari periode sama 2009 yang hanya 24,8 juta dolar, kata Kepala Seksi Ekspor Disperindag Bali, Putu Bagiada SE.

Bertambah besar perolehan devisa tersebut tentu semakin kreatif para perajin menciptakan barang bernilai seni berdasarkan rancangan yang dibawa langsung pemesan luar negeri, dipadukan dengan budaya lokal.

Kreativitas perajin tersebut diimbangi dengan gencarnya para eksportir di daerah ini mencari terobosan baru dengan mengembangkan tempat penjualan ke negara-negara pasaran baru seperti Tumur Tengah, Afrika dan sebagainya.

Wisatawan asing yang berlibur ke Pulau Dewata jumlahnya bertambah banyak, dan ternyata beberapa di antaranya adalah pebisnis dan memesan barang aneka kerajinan yang nantinya dijual kembali setelah berada di negerinya. (*)

 




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026