Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali hendaknya memelopori mengadakan perlombaan "metajog", sejenis egrang guna melestarikan permainan tradisional kepada anak-anak bangsa lewat kegiatan Agustusan.
Permainan anak-anak itu ada di nusantara dengan sebutan berbeda juga bisa dikemas menjadi objek wisata yang dikaitkan dengan unsur budaya dan alam, kata Pengamat pariwisata Bali, Dewa Nyoman Rai di Denpasar Senin.
Beberapa kabupaten sudah pernah melakukan atraksi permainan tradisional ini seperti Denpasar pernah menggelar lomba metajog di Taman Kota Lumintang yang dirangkaikan dengan perayaan HUT Kota Denpasar.
Begitu pula daerah lainnya di Bali. Potensi itu perlu digalakkan lagi tentu dengan merangsang munculnya permainan anak-anak ini dengan pembinaan sekaligus dilombakan untuk tingkat Provinsi Bali, harap dia.
Ia mengatakan, Biro Kesra Gubernur Bali pernah mengusulkan dana untuk pelestarian olahraga tradisional untuk tahun 2011 sebesar Rp100 juta, apakah dana itu akan digunakan untuk ini belum diketahui pasti.
Hal itu penting dilakukan mengingat permainan tradisional Bali yang eksistensinya makin terdesak oleh berbagai jenis permainan impor yang belum tentu positif bagi pembentukan karakter manusia Bali.
Nyoman Rai mengatakan, jika upaya pelestarian tidak digelorakan mulai saat ini, oleh pemerintah provinsi Bali, niscaya permainan tradisional warisan leluhur manusia Bali akan mati secara pelan-pelan.
"Suatu saat nanti, generasi muda Bali tidak kenal lagi dengan permainan metajog, megala-gala dan sebagainya," kata dia, sambil menyebutkan bahwa olahraga futsal, wooldbol dan kriket lebih populer di sini.
Mereka yang bergerak di sektor pariwisata, perlu peransertanya mengembangan keberadaan olahraga tradisional ini supaya memiliki daya tarik yang kuat dengan memadukan dengan unsur-unsur budaya dan keindahan alam yang ada.
"Saya yakin turis asing yang berlibur ke Bali akan senang menyaksikan permainan anak-anak yang lebih mengutamakan masalah kebersamaan ini, bahkan pelancong sendiri bisa ikut bermain," kata Nyoman Rai.
Pemerintah bisa mewujudkan permainan tradisional anak-anak ini disamping sebagai upaya pelestarian juga sebagai memperbanyak objek tontonan bagi wisatawan asing yang sedang berlibur ke pulau Dewata.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.