Tokyo (Antara Bali/AFP) – Dolar bergerak lebih tinggi di perdagangan Asia pada Senin setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat lebih besar dari perkiraan awal periode April-Juni, dengan investor memperkirakan bahwa nilainya akan menembus angka 110 yen “cepat atau lambat.”

Dolar diperdagangkan 109,44 yen (sekitar Rp12.167,17) di Tokyo pada Senin, naik dari 109,28 yen (sekitar Rp12.141,54) di New York.

Mata uang tunggal Eropa diperdagangkan 1,2676 dolar Amerika (sekitar Rp15.404,40) turun dari 1,2683 dolar Amerika (sekitar Rp15.412,91) di perdagangan AS pada Jumat, dan 138,75 yen (sekitar Rp15.415,40) terhadap 138,60 yen (sekitar Rp15.398,74).

Para trader beralih ke dolar setelah Kementerian Perdagangan mengatakan ekonomi AS tumbuh 4,6 persen di kuartal kedua, lebih baik dari perkiraan 4,2 persen sebelumnya.

Angka tersebut mewakili rebound kuat dari kontraksi 2,1 persen pada kuartal pertama akibat cuaca musim dingin yang ekstrem di negara tersebut.

Dengan minat besar terhadap dolar di kalangan investor, dolar bisa menembus angka 110 yen sebelum data pekerjaan AS dirilis pada Jumat, ujar kepala strategi FX Nomura Securities, Yunosuke Ikeda.

Jika data pekerjaan positif, dolar akan naik lebih tinggi, ujar para dealer. (WDY)




: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026