Denpasar (Antara Bali) - Tim Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Denpasar saat ini masih mengejar tiga buronan yang merupakan komplotan perampok disertai aksi kekerasan terhadap para korban.

"Kami masih memburu tiga orang lainnya. Keterangan dua pelaku yang sebelumnya tertangkap masih kami kembangkan," kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar Ajun Komisaris Ida Bagus Made Sarjana di Denpasar, Jumat.

Namun ia enggan menyebutkan upaya pihak kepolisian lebih detail karena merupakan strategi untuk menangkap sindikat perampokan itu.

Pihaknya menduga, mengetahui dua rekannya telah tertangkap, tiga orang pelaku lain yang berinisial S, W dan ES telah bersembunyi.

Meski demikian polisi akan terus memburu para pelaku termasuk menyusuri dan mengawasi jejak terakhir komplotan perampok itu yang sempat singgah di salah satu kediaman keluarga dari salah satu tersangka di kawasan Tohpati, Denpasar Timur.

Sebelumnya petugas berhasil menangkap dua dari lima orang pelaku perampokan yang menimpa seorang pengusaha, Liong Medjing (42) di Jalan Nangka Selatan Denpasar.

Perampokan itu terjadi pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita dengan mengikat korban dan mengancamnya dengan parang.

Mereka adalah HS (42) yang ditangkap di kampung halamannya di Desa Tanung Reji, Malang, Jawa Timur pada Jumat (25/7) dan MFS (32) yang ditangkap di daerah asalnya di Kencong, Jember, Jawa Timur.

Polisi terpaksa menembak salah satu kaki kedua pelaku karena saat hendak ditangkap, keduanya ingin kabur.

Wakil Kepala Polresta Denpasar Ajun Komisaris Besar Nyoman Artana sebelumnya mengungkapkan bahwa dari penuturan kedua tersangka, mereka datang ke Bali khusus untuk merampok.

Sebelum melancarkan aksinya mereka terlebih dahulu melakukan "rapat" guna menentukan strategi perampokan dengan pelaku ES yang memberi arahan target perampokan.

Mereka kemudian berangkat ke Bali pada 16 Juni 2014 dan melakukan aksinya pada 18 Juni 2014.

"Hari itu juga mereka kembali ke Jawa setelah membawa uang tunai hasil rampokan Rp45 juta termasuk sejumlah telepon seluler milik korban," katanya.(WRA) 

Pewarta: Oleh Dewa Wiguna
: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026