Denpasar (Antara Bali) - Institut Seni Indonesia Denpasar berhasil membangun jaringan internasional setelah merintis kerja sama dengan perguruan tinggi seni mancanegara maupun dengan kedutaan besar RI di berbagai negara.

"Jaringan kerja sama itu berdampak positif terhadap proses studi dan pengembangan lembaga pendidikan, karena membuka peluang pengiriman dosen maupun mahasiswa ke luar negeri guna meningkatkan wawasan mereka," kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, kerja sama yang telah terjalin baik selama ini anara lain dengan Asian Culture Council, New York State Government, The ford Foundation, UCLA, University of Hawaii, San Diego State University dan University of Malaya.

Selain itu juga kerja sama dengan sejumlah KBRI yang meminta tenaga dosen dari ISI Denpasar untuk mengajarkan tabuh dan tari Bali serta tari nusantara kepada masyarakat di negara bersangkutan.

"Kerja sama luar negeri itu secara tidak langsung sangat mendukung ISI menginternasional (go inernasional) dalam kurun waktu tiga tahun, 2007-2010," ujar Prof Rai seraya menambahkan, kerja sama itu diisi berbagai kegiatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Kegiatan tersebut antara lain mengadakan pameran seni lukis dan pagelaran ke Malaysia untuk memeriahkan kegiatan yang digelar oleh Indonesia Educulture Centre (IEC) Jakarta.

Kesempatan baik itu juga dimanfaatkan untuk menjalin dan menandatangani naskah kerja sama dengan Akademi Warisan Budaya dan Kebangsaan Kuala Lumpur.

Selain itu mengadakan pameran dan pagelaran ke Thailand guna mengikuti "Culture Festival" Sangkla Rajabat University of Thailand serta mengadakan pameran dan pagelaran di Jepang.

"Agustus ini kami kembali menggelar berbagai kegiatan kerja sama luar negeri, antara lain dengan melakukan muhibah seni dan kerja sama dengan sebuah perguruan tinggi di Moskow," ujar Prof Rai.

Kerja sama luar negeri dengan berbagai pihak dilakukan dalam bentuk pertukaran dosen, pemanfaatan bersama sumber daya, penelitian ilmiah atau penggarapan bersama karya-karya yang monumental.

Prof Rai menjelaskan, dalam melaksanakan proses studi, lembaga pendidikan tinggi seni yang dipimpinnya didukung oleh 142 dosen dengan pendidikan sebagaian besar S-2, S-3 dan sejumlah guru besar.

Pihaknya terus meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan, termasuk bidang administrasi, dengan harapan mampu melaksanakan proses studi dengan baik.

Dengan demikian lulusan yang dihasilkan diharapkan mampu memenangkan persaingan yang semakin ketat di era globalisasi, tambahnya.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026