Gianyar (Antara Bali) - Bupati Gianyar, Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Jumat melakukan peninjauan terhadap tiga jembatan di daerahnya yang terputus akibat bencana alam banjir dan tanah longsor.

Tiga jembatan itu masing-masing di jalan raya yang menghubungkan Abianseka-Mas Ubud, Bukit Batu-Bukit Jangkrik, dan jembatan di daerah Batur Sari, Gianyar.

"Khusus jembatan penghubung Abianseka-Mas Ubud, kami minta Dinas PU segera dapat dilakukan perbaikan, mengingat jalur tersebut cukup padat dengan arus wisatawan," kata bupati yang akrab dipanggil Cok Ace kepada ANTARA di sela-sela acara peninjauan.

Untuk jembatan Bukit Jangkrik, Bupati Cok Ace menginstruksikan segera dibuatkan jalan bagi kendaran roda dua dan pejalan kaki, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga dan anak-anak sekolah.

"Untuk senderan di dekat jembatan Bukit Jangkrik, juga segera dapat diperbaiki. Bilamana senderan ini tidak segera diperbaiki, kerusakan akan merembet pada daerah di sekitarnya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan (PU) Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi menyebutkan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat bencana alam yang terjadi di Kabupaten Gianyar dalam beberapa hari ini.

"Berdasarkan data dan perhitungan, untuk jembatan di Abianseka akan segera dilakukan perbaikan semi permanen, sehingga jalan dapat dilalui kembali, terutama untuk kendaraan dengan beban tidak terlalu berat," katanya.

Perbaikan itu, kata Nuadi, diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp150 juta. Sementara bila dibangun secara permanen, akan menghabiskan dana sekitar Rp500 juta.

Untuk pembangunan jembatan di Bukit Jangkrik diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp400 juta. Sedangkan senderan di Batur Sari menelan dana Rp.150 juta.

"Terhadap kerusakan akibat bencana di tempat lainnya di Kabupaten Gianyar, kami telah melakukan pendataan dan akan dilakukan perbaikan yang dananya diusulkan pada anggaran 2011 dan akan diajukan ke pemerintah pusat," ujar Nuadi.




Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026