Denpasar (Antara Bali) - Nilai impor berbagai komponen alat produksi di Bali tercatat 154,52 juta dolar AS selama periode Januari-Mei 2014 atau naik 81,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 85,27 juta dolar AS.

"Namun khusus bulan Mei 2014 impor itu mencapai 13,60 juta dolar AS, menurun 24,24 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2013," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Selasa.

Bali mengimpor mesin-mesin dan aneka jenis barang produksi untuk diolah lebih lanjut menjadi barang dan aneka jenis cindera mata lainnya yang siap diekspor ke pasaran luar negeri.

Impor alat produksi itu dinilai jauh lebih baik dibandingkan mendatangkan bahan makanan atau minuman untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Panusunan Siregar menjelaskan bahwa impor alat produksi akan memberikan dampak positif dalam memacu perolehan devisa pada di masa mendatang.

Komponen impor itu antara lain mesin-mesin (mekanik) untuk proses produksi sebesar 35,07 persen, produk perhiasan (permata) 14,39 persen, dan produk mesin-mesin (peralatan listrik) 13,29 persen.

Aneka jenis alat produksi itu didatangkan dari Tiongkok 45,52 persen, menyusul Prancis 14,39 persen, Amerika Serikat 6,76 persen, Jerman 6,08 persen dan Thailand 5,34 persen. (ADT)


Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026