Negara (Antara Bali) - Sebagian nelayan di Desa Cupel, Kabupaten Jembrana kesulitan mencari lokasi sandar, setelah dibangun senderan pemecah ombak untuk mencegah abrasi di desa tersebut.

"Pembuatan pemecah ombak ini memang baik, sehingga tanah warga tidak tergerus abrasi. Tapi hal tersebut juga membuat kami kesulitan memarkir sampan, karena seluruhnya tertutup batu besar," kata Husni, salah seorang nelayan setempat, Minggu.

Karena tidak bisa sandar di pantai, menurutnya, nelayan terpaksa menaruh sampannya jauh di tengah, dengan membentangkan tali hingga ke darat untuk mengikatnya.

"Karena sampannya di tengah, setiap pergi dan pulang melaut kami terpaksa berenang. Kalau laut tenang tidak apa-apa, tapi kalau ombak besar kami kesulitan," ujarnya.

Ia berharap, meskipun membangun senderan pemecah ombak, pemerintah sekalian membuatkan lokasi untuk parkir sampan mereka.

Sementara Kepala Desa atau Perbekel Cupel, Usman saat dikonfirmasi mengatakan, kemungkinan tempat sandar sampan tersebut bisa dibuatkan di sisi barat.(GBI)


Pewarta: Oleh Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026