"Memang selama ini wisata MICE masih menumpuk di kawasan Bali selatan khususnya di daerah Denpasar, Sanur, Kuta, dan Nusa Dua karena ruang pertemuan yang biasanya berada di hotel itu didukung berbagai fasilitas yang memadai. Tetapi tidak ada salahnya jika wisata MICE dikembangkan juga misalnya di kawasan Bali utara, timur ,dan bahkan barat," kata pria dengan panggilan akrab Lolec itu di Denpasar, Rabu.
Paling tidak, menurut pentolan "Indonesian Congres and Convention Association (INCCA)" Bali itu, wisata MICE tersebut dimanfaatkan dulu oleh kalangan pemerintah daerah setempat. Jangan sampai menggelar pertemuan berskala kecil saja harus ke luar kabupaten.
"Setiap instansi pemerintah di daerah sudah tentu memiliki berbagai agenda sosialisasi dan penyuluhan terhadap program-program pembangunan yang akan dilaksanakan. Minimal dapat menggunakan fasilitas ruang pertemuan yang dimiliki hotel-hotel di daerah," ucapnya yang juga Wakil Ketua Kadin Bali Bidang MICE itu.
Selain kawasan di luar Bali selatan sudah memiliki fasilitas MICE untuk skala kecil maupun menengah, tambah Lolec, objek wisata yang ditawarkan di sana juga tidak kalah menarik.
"Wisatawan Eropa khususnya juga sangat menyenangi wisata berkeliling ke objek wisata di daerah-daerah pelosok, sehingga pasar MICE di luar kawasan Bali selatan sesungguhnya juga cocok mulai dikembangkan menyasar wisatawan asing," ujarnya.
Lolec menambahkan, terlebih pariwisata Bali sudah sangat dikenal di mancanegara sehingga untuk mengembangkan wisata MICE ke luar Bali selatan itu sangat memungkinkan.
"Objek wisata di luar kawasan Bali selatan pun tidak kalah menarik, dan masih banyak yang dalam kondisi `perawan`. Lewat sinergi dengan MICE, sekaligus pendapatan dari sektor pariwisata di daerah yang selama ini masih krisis dolar dapat ditingkatkan," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.