Denpasar (Antara Bali) - Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan I-2014 diperkirakan 5,8 persen - 6,2 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,6 persen-enam persen.

"Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh sektor perdagangan hotel dan restoran (PHR), pertanian dan bangunan," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan itu juga dipicu oleh nilai investasi dalam berbagai aspek kehidupan di Pulau Dewata.

Investasi pihak swasta di Bali dalam triwulan I-2014 tercatat Tp6,18 triliun atau 71,5 persen dari target yang ditetapkan Rp8,65 triliun.

Demikian pula penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp2 triliun atau 66,7 persen dari target Rp3 triliun.

Ketut Teneng menambahkan, total investasi di Bali dalam tahun 2014 diharapkan mencapai Rp18,90 triliun, namun pada triwulan I-2014 baru terealisasi Rp8,24 triliun.

Investasi itu selain berasal dari pihak swasta, PMA dan PMDN juga berasal dari dana pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten dan kota. (M038)


Pewarta: Oleh IK Sutika
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026