Denpasar (Antara Bali) - Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya menyikapi wajar terhadap masyarakat yang pro maupun kontra atas rencana reklamasi Teluk Benoa, Kabupaten Badung.

"Memang aspirasi yang berkembang terkait rencana reklamasi Teluk Benoa dari masyarakat ada yang mendukung maupun menolak saat ini," katanya di Denpasar, Senin.

Ia menginginkan adanya kajian mendalam rencana reklamasi di Teluk Benoa. Jika sebagian besar masyarakat menolak, maka harus dilakukan surat pernyataan, baik dari DPRD maupun dari eksekutif.

"Memang rencana reklamasi Teluk Benoa menjadi perbincangan hangat belakangan ini sebab teluk tersebut sudah diincar beberapa investor untuk membangun penunjang sektor pariwisata," kata politikus asal Tanjung Benoa itu.

Menurut Tama Tenaya, agar tidak menjadi polemik berkepanjangan rencana reklamasi Teluk Benoa dan diperlukan kajian secara independen dengan melibatkan dari berbagai unsur disiplin ilmu dari perguruan tinggi di Bali.

"Saat ini kajian yang dibuat dari investor menyebutkan layak dilakukan reklamasi, tetapi kajian lainnya kan belum tentu juga. Perlu proses kajian yang mendalam dan tidak merugikan kepentingan masyarakat," ucapnya.

Tama Tenaya lebih lanjut mengatakan rencana reklamasi di Bali harus secara menyeluruh, tidak saja untuk Teluk Benoa. Pantai di Pulau Dewata sudah mengalami abrasi yang cukup parah.

"Kami setuju untuk melakukan kajian reklamasi secara menyeluruh guna mengetahui sejauh mana kerusakan pantai-pantai di Bali. Jika tidak dilakukan reklamasi pantai, maka Bali sendiri akan terus mengalami abrasi," ucapnya.

Pewarta: Oleh I Komang Suparta
: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026