"Selama ini potensi ledakan yang ditimbulkan oleh gas elpeji ukuran tiga kilogram sangat tinggi, kami menyarankan kepada warga untuk waspada serta mengecek kondisi tabung gas sebelum melakukan pembelian, kalau tabung rusak, mohon untuk tidak menerima," kata Kepala Dinas Perindag Klungkung, Ni Ketut Puspa Komari, SH, Rabu.
Ia mengatakan, selain bocor, potensi timbulnya ledakan juga disebabkan slang dan sambungan regulator.
"Sambungan regulator tidak mau pas bila tidak ada karet sil-nya, dan kondisi itu sangat rentan menimbulkan kebocoran sekaligus ledakan," jelasnya.
Selain warga, Puspa juga menyarankan kepada para agen tidak ceroboh saat menaikkan ataupun menurunkan tabung gas elpiji dari mobil angkutan.
"Jika tak hati-hati, tabung gas akan penyok, ini berpotensi juga menimbulkan ledakan," katanya.
Bukan hanya para agen, pihak Pertamina juga diingkat Puspa, sebagai pihak penyalur Pertamina diminta lebih seleksi dalam menyalurkan tabung gas.
"Tabung yang sudah rusak maupun yang karatan agar segera diganti untuk menghindari kemungkinan terjadinya ledakan," ujarnya.
Saat ini, kata Puspa, harga normal tabung gas elpiji seberat tiga kilogram untuk wilayah Denpasar sebesar Rp. 12.750 ribu, jika di Kabupaten Karangasem, karena lokasinya jauh dari Denpasar harganya meningkat menjadi Rp. 13.335 ribu.
"Kalau sudah sampai ditingkat pengecer, harganya bisa mencapai hingga Rp. 16.000," jelasnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.