Denpasar (Antara Bali) - Seorang anak buah kapal (ABK) KM Nusantara Jaya II, Ilham Thamrin (16), ditemukan tewas setelah terbelit jaring saat berada di perairan Laut Arafura, Provinsi Papua.

Jasad korban tiba di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Minggu. "Saat tiba di kamar jenazah, kondisi korban sudah terbujur kaku dan membeku," ujar seorang petugas rumah sakit.

Meski tewas di kapal, pihak petugas kepolisian hanya meminta visum luar terhadap tubuh korban sehingga petugas bagian forensik segera melaksanakan visum et repertum.

Belakangan diketahui bahwa korban adalah siswa praktik kerja di KM Nusantara Jaya II, dan tinggal di Asrama TNI AD Barak TPS A/S Bara Baraya, Makassar.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban diduga tewas saat kapal sedang turun jaring di "Fishing Ground".

"Kejadiannya pada 1 Juli lalu sekitar pukul 17.15 Wita," ujar seorang petugas dari Direktorat Polisi Air Polda Bali usai mengantarkan jasad korban ke RSUP Sanglah.

Hanya saja, saat diminta menjelaskan lebih jauh soal insiden yang menewaskan korban, dia enggan mengomentari karena bukan kewenangannya.

"Yang pasti dari keterangan saksi saksi ABK, termasuk nakhoda, korban meninggal karena terbelit jaring," ujar anggota berpangkat brigadir tersebut.

Dijelaskan, nakhoda kapal bersama ABK lainnya segera melakukan perolongan, namun sayang akhirnya korban tewas. "Evakuasi tubuh korban berjalan cepat. Sekitar 15 menit nakhoda berhasil membawa naik korban ke atas kapal," kata dia menerangkan.

Saat hal tersebut dikonfirmasikan ke Pos Polisi Air di Benoa, seorang petugas piket membenarkan ada ABK yang meninggal saat di perairan Arafura.

"Memang benar ada korban ABK tewas di KM Nusantara Jaya II, namun saya tidak tahu peris kejadiannya. Coba tanya anggota lain yang menangani," kata petugas yang mengaku bernama Oka saat dihubungi lewat telepon.

Setelah jasadnya dibawa ke RSUP Sanglah serta dilakukan pemeriksaan luar sesuai permintaan Direktorat Polisi Air Polda Bali, menurut rencana jasad korban akan diterbangkan ke Makasar.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026