Dalam melakukan penggandaan tersebut panitia tetap didampingi aparat keamanan untuk menjamin kerahasiaan soal ujian tersebut, kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Gede Ariyasa dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, walaupun pelaksanaan UN diwarnai kekurangan soal, tetapi tetap diusahakan agar tidak menghambat pelakasanaan ujian.
"Selain itu, kami juga melakukan pengawasan yang ketat dengan dibantu aparat kepolisian untuk tetap menjamin kerahasiaan soal UN tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ada dua soal bidang pelajaran yang mengalami kekurangan, yaitu Biologi dan Kimia. Namun pihaknya tidak merinci berapa jumlah kekurangan soal UN di kabupaten paling timur Pulau Dewata itu.
Pelaksanaan UN di Kabupaten Karangasem diikuti oleh 4.276 peserta dengan rincian sebanyak 2.714 peserta dari tingkat SMA yang dibagi menjadi 155 ruang kelas dan sebanyak 1.261 peserta pada tingkat SMK.
Selanjutnya untuk UN pada SMA Kejar Paket C dilaksanakan dalam sembilan lokasi dengan peserta 301 orang menggunakan 19 ruangan. Sedangkan para guru yang terlibat melakukan pengawasan UN sebanyak 484 orang.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Karangaem I Wayan Geredeg dan Wakil Bupati I Made Sukerana melakukan pemantauan pelaksanaan UN.
Dalam pemantauan pelaksanaan UN tersebut bupati dan wakil bupati tidak memasuki ruangan ujian agar tidak mengganggu para siswa mengerjakan soal.
Orang nomor satu di kabupaten paling timur Pulau Dewata itu hanya mengecek kesiapan beberapa sekolah dan distribusi soal untuk memastikan pelaksanaan UN berjalan dengan aman dan lancar. (WDY)
Pewarta: Oleh Wira SuryantalaEditor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.