Denpasar (Antara Bali) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar melibatkan 60 personil untuk mengamankan dan mengawasi pelaksanaan ritual melasti serangkaian Hari Suci Nyepi tahun baru Saka 1936.

"Kami tempatkan anggota perwilayah meliputi Denpasar Utara, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, selain ditempatkan perwilayah anggotanya bersiaga di beberapa titik di Kota Denpasar yang dinilai rawan kemacetan lalu lintas. "Seperti area catur muka, kawasan Lapangan Lumintang, Jalan Tengku Umar, dan Perempatan Ubung," katanya.

Untuk anggota di titik-titik tersebut disiagakan sebanyak dua orang. "mereka di sana hanya beberapa jam saja, selanjutnya melakukan patroli mengelilingi kota," ujarnya.

Pengamanan tersebut akan terus dilakukan hingga sehari sebelum perayaan Nyepi. Anggota yang bertugas terbagi dalam dua gelombang yakni dari pukul 07.00 wita hingga pukul 15.00 wita, selanjutnya dari pukul 15.00 hingga 22.00 wita.

Dari pantauanya selama dua hari, beberapa wilayah yang sering mengalami kemacetan karena ritual melasti adalah Jalan Ida Bagus Mantra, kawasan Waribang Denpasar dan ruas Jalan Imam Bonjol.

"Untuk Kawasan Waribang akibat masyarakat menuju ke Pantai Padang Galak dan ruas Jalan Imam Bonjol masyarakat menuju Pantai Kuta," ujarnya.

Untuk kendaraan bak terbuka yang penggunaannya dilarang mengangkut manusia, dia masih menemukan hal tersebut. "Kami sudah peringatkan bahwa hal tersebut salah," kata Sriawan.

Selain itu masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan roda dua karena lebih efisien dan praktis. "Penggunaan kendaraan roda empat hanya untuk mengangkut gambelan dan benda suci (Partima)," ujarnya.

Sriawan menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Polresta Denpasar untuk pengamanan Melasti dan pawai ogoh-ogoh.

"Anggota yang dilibatkan sekarang nantinya akan ikut dalam pengamanan pawai ogoh-ogoh," katanya. (WDY)

Pewarta: Oleh Wira Suryantala
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026