Denpasar (Antara Bali) - Para pedagang kecil dan menengah di Denpasar, Bali mengeluh dengan naiknya tarip dasar listrik yang telah diberlakukan pemerintah sejak 1 Juli lalu.

Anggi (35), salah seorang pedagang kue basah di pinggir Jalan A Yani Denpasar, Senin mengaku dengan adanya kenaikan TDL dipastikan akan berdampak negatif terhadap perkembangan usahanya.

"Saya berkeyakinan, TDL naik pastinya juga akan dibarengi dengan kenaikan harga barang-barang termasuk harga kebutuhan pokok," katanya.

Ia menyebutkan, dengan kenaikan tersebut dirinya juga telah berencana menaikan harga satuan kue yang dijajakannya, mulai dari Rp 100 hingga Rp150 per buahnya.

Dengan demikian, untuk kue yang selama ini dijual Rp500 per buah, akan dinaikkan menjadi Rp600 atau Rp650.

Berkaitan dengan harus menaikkan harga kue tersebut, Anggi mengaku sangat khawatir akan kehilangan para pelanggan atau konsumennya.

"Sekarang susah mas, banyak saingan. Yang punya modal gede kan belum tentu menaikkan harga. Nah saya takuk konsumen nantinya pada lari ke sana," ucapnya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah bisa menyediakan modal usaha sejalan dengan naiknya TDL dengan berbagai konsekuensinya itu, sehingga para pedagang kecil dapat melanjutkan usahanya.

Senada dengan Anggi, Made Awan warga Tabanan yang mempunyai usaha foto copy di seputaran Jalan Gatot Subroto, juga mengaku khawatir terhadap kenaikan TDL tersebut.

"Saya yang baru buka usaha dari tahun kemarin, merasa khawatir akan nasib usaha saya dengan naikannya TDL ini," ucapnya.

Dikatakan, dengan dinaikkannya tarif listrik tersebut, mau tidak mau dirinya juga harus menaikkan ongkos foto copy.

Namun, kata dia, hal ini ditakutkan akan berdampak pada menurunnya minat konsumen untuk datang ke tempat usahanya.

Belum lagi dampak lainnya, kenaikan TDL dipastikan akan berdampak pada kenaikan barang, termasuk bahan pokok makanan.

"Jadi percuma kami lakukan penghematan dengan berbagai cara. Sebab, barang kebutuhan lainnya juga pasti akan ikut naik," kata Made Awan yang diiyakan beberapa rekan bisnisnya yang lain. (*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026