Negara (Antara Bali) - Angin puting beliung di Kabupaten Jembrana, Rabu sore, merobohkan bale pesanegan yang berfungsi sebagai dapur, Pura Puseh, Desa Yehembang.

Akibat terjangan puting beliung tersebut, bangunan yang baru selesai bulan Desember 2013, ambruk total dengan kerugian sekitar Rp80 juta.

"Angin yang berputar-putar tersebut berlangsung sekitar lima menit. Datangnya dari arah tenggara," kata I Komang Kertha Gunawan, salah seorang warga setempat.

Selain bangunan pura, angin juga menerbangkan atribut kampanye caleg maupun parpol, serta merobohkan pohon perindang jalan Denpasar-Gilimanuk setinggi 4 meter.

Terkait dengan kerusakan bangunan dapur pura, Bendesa atau Pimpinan Adat, Desa Yehembang, I Gusti Ngurah Gede Aryana mengatakan, pihaknya sudah minta warga adat untuk bergotong-royong membersihkan reruntuhan bangunan tersebut.

"Untuk tindakan selanjutnya, kami akan melakukan rapat dengan seluruh warga adat dulu. Tapi bangunan itu harus diperbaiki, karena fungsinya juga penting," katanya.

Sementara Kepala Desa atau Perbekel Yehembang, Made Semadi mengatakan, segera melaporkan bencana alam ini, termasuk minta bantuan perbaikan bangunan pura yang rusak ke Pemkab Jembrana, dan Pemprov Bali.(GBI)


Pewarta: Oleh Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026