Singaraja (Antara Bali) - Sebanyak 3.220 calon legislatif di delapan kabupaten dan satu kota di Bali dalam Pemilu legislatif 9 April 2014 memperebutkan 414 kursi di DPRD kabupaten/kota, DPRD Bali, DPR RI dan DPD RI.

"Dari calon legislatif itu 1.184 orang di antaranya caleg perempuan," demikian data yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, Kamis.

Dari 3.220 warga masyarakat Bali yang berjuang ke parlemen itu, 99 orang di antaranya memperebutkan sembilan kursi DPR RI.

Selain itu 458 orang caleg memperebutkan 55 kursi DPRD Bali, 374 Caleg warga Buleleng, Bali utara termasuk 31 orang petahana (incumbent) memperebutkan 45 kursi DPRD setempat.

Sedangkan 35 kursi di DPRD Jembrana diperebutkan oleh 227 orang caleg di bumi Mekepung itu. Karangasem dengan kuota 45 kursi diperebutkan 313 caleg setempat.

Sedangkan di Kabupaten Klungkung yang memiliki kuota 30 kursi diperebutkan 236 orang Caleg, Kabupaten Gianyar 315 caleg memperebutkan 40 kursi dan Kota Denpasar jumlah kuota 45 kursi diperebutkan oleh 372 caleg.

Kabupaten Badung dengan 40 kursi akan diperebutkan oleh 297 caleg, dan Kabupaten Tabanan dengan 40 kursi akan diperebutkan oleh 261 caleg.

Kondisi itu memunculkan persaingan akan ketat, baik untuk DPR RI, DPRD Bali maupun DPRD Kabupaten/Kota. Persaingan tidak saja terjadi di antara caleg yang berbeda parpol, namun juga tarung bebas, persaingan ketat antarcalon satu parpol.

Ketatnya persaingan dalam memperebutkan warga pemilih memunculkan gagasan sosialisasi bersama, baik caleg DPRD Kabupaten/Kota menggandeng caleg DPRD Bali maupun mendompleng caleg DPR RI yang umumnya masih dalam parpol yang sama.

Sebagai contoh ada suami-istri hingga anak ikut nyaleg didasari niat tulus berjuang untuk rakyat, Tutik Kusuma Wardhani yang Ketua Komisi II DPRD Bali pada Pileg 9 April 2014 nyaleg DPR RI menggandeng anaknya sebagai caleg baru di DPRD Buleleng dari Partai Demokrat.

Sementara suami Tutik, yakni Gede Dharmawijaya setelah dengan jabatan Wakil Ketua DPRD Buleleng periode 2009-2014 melesat nyaleg sebagai utusan daerah di DPD RI. (*/DWA)


Pewarta: Oleh I Made Tirthayasa
: Dewa Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026