"Prajurit dan pegawai negeri sipil jajaran Korem pada hari suci umat Hindu itu berpakaian adat," kata Kepala Penerangan Korem Wirasatya Mayor Inf Sriyono dalam rilisnya di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, pakaian adat madya itu terdiri atas kain (saput), ikat kepala (udeng) bagi pria yang dibuat dari kain loreng hijau TNI yang telah ditetapkan sebagai seragam dinas pada setiap bulan purnama dan tilem.
"Kegiatan ini diilhami oleh pepatah bijak yang mengatakan `di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung` atau `Desa Kala Patra / Desa Mawa Cara`" ujar Sriyono.
Meskipun prajurit TNI harus berjiwa nasionalis, di mana pun berada dan bertugas tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.
"Jika ingin dicintai rakyat maka cintai, hormatilah adat-istiadat rakyat setempat. TNI termasuk para prajurit Korem dan aparat teritorial yang melaksanakan tugas di Bali diharapkan bisa mengenakan pakaian adat madya," ujarnya.
Tujuannya untuk lebih memudahkan berinteraksi dengan masyarakat setempat dengan tetap tidak meninggalkan jati dirinya sebagai prajurit yang menghargai dan menghormati kearifan lokal. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.