"Asap tersebut disemburkan karena terjadinya peningkatan aktivitas pada gunung sekitar pukul 07.28 WIB. Untuk itu, masyarakat tetap diminta waspada," kata Warseno di Bukittinggi, Rabu.
Saat ini status Gunung Marapi yang berada antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam tersebut masih Waspada (level II).
Masyarakat di sekitar gunung serta para pendaki untuk tidak mendaki pada radius tiga kilometer dari pusat letusan atau kawah gunung.
Peningkatan aktivitas Gunung Marapi terjadi 3 Agustus 2011 dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah, seperti Agam, Tanah Datar, Padangpariaman, dan Padang Panjang.
Dalam kondisi Aktif Normal (level I), gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki gunung dari dan luar Sumbar. (M038)
Pewarta: Oleh Hamriadi: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026