"Selain itu kami juga menyiagakan pecalang banjar (dusun adat) sekitar," kata Ketua Paruman Kota Denpasar I Made Mudra.
Selama penyelenggaraan Denpasar Festival pada 28-31 Desember 2013, pihaknya 25 pecalang di beberapa lokasi, di antaranya di Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, dan depan Pura Jagatnatha.
"Untuk setiap harinya pecalang kami tugaskan untuk membantu petugas keamanan berjaga di empat titik tersebut,"katanya.
Terkait masih maraknya penggunaan kembang api dan petasan di sekitar lokasi Denpasar Festival, Made Mudra mengaku kesulitan mengontrolnya.
"Padahal sudah ada larangan. Tapi memang sulit untuk di kontrol karena petasan dan kembang api itu dibawa pribadi-pribadi," ujarnya. (M038)
Pewarta: Oleh I Made Argawa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.