Denpasar (Antara Bali) - Penutupan "Denpasar Festival" melibatkan 75 petugas keamanan desa adat atau "pecalang" yang tergabung dalam Paruman Pecalang Kota Denpasar, Selasa malam.

"Selain itu kami juga menyiagakan pecalang banjar (dusun adat) sekitar," kata Ketua Paruman Kota Denpasar I Made Mudra.

Selama penyelenggaraan Denpasar Festival pada 28-31 Desember 2013, pihaknya 25 pecalang di beberapa lokasi, di antaranya di Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, dan depan Pura Jagatnatha.

"Untuk setiap harinya pecalang kami tugaskan untuk membantu petugas keamanan berjaga di empat titik tersebut,"katanya.

Terkait masih maraknya penggunaan kembang api dan petasan di sekitar lokasi Denpasar Festival, Made Mudra mengaku kesulitan mengontrolnya.

"Padahal sudah ada larangan. Tapi memang sulit untuk di kontrol karena petasan dan kembang api itu dibawa pribadi-pribadi," ujarnya. (M038)


Pewarta: Oleh I Made Argawa
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026